
Paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin berkumpul bersama Tim Kampanye Nasional (TKN) di Djakarta Theatre untuk membahas teknis persiapan Debat Pilpres perdana pada Kamis (17/1) besok.
Dimulai sekitar pukul 19.30 hingga 22.00 WIB, pertemuan tersebut tak hanya membahas teknis persiapan debat, tetapi keduanya juga melakukan simulasi tanya jawab pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan oleh panelis. Diketahui kisi-kisi pertanyaan dari panelis itu telah dikirimkan KPU pada Kamis (10/1).
"Jadi tadi mereka (timses) yang hadir bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan kemudian dijawab yang kemudian dimantapkan jawabannya, diberikan masukan. Sehingga kalau besok terjadi pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin sebagai paslon, ya insyaallah beliau-beliau mantap menjawab," ujar penasihat hukum TKN Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra, di Djakarta Theatre, Rabu (16/1).
Yusril mengatakan meski dirinya bukan timses, namun ia tetap dilibatkan dalam persiapan tersebut karena memiliki pengetahuan di bidang hukum. Terlebih tema debat perdana menyangkut isu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.
"Walaupun saya bukan bagian dari tim kampanye, tapi ini karena menyangkut hukum, ya tentu saya dilibatkan dan dimintai masukan terhadap isu-isu yang berkembang (soal) HAM, terorisme, dan korupsi," ucapnya.
Dalam simulasi tersebut, kata dia, Jokowi diberi masukan bahwa sesuai tema, isu yang berkembang saat ini yakni terkait keadilan dan kepastian hukum. Adapun, soal pelanggaran HAM, kata Yusril, sama sekali tidak pernah terjadi di era pemerintahan Jokowi.
"Alhamdulillah pada masa Pak Jokowi itu tidak terjadi kasus pelanggaran HAM yang berat, itu tidak ada. Dan memang untuk menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM yang berat di masa lalu itu banyak kendala-kendalanya, terutama kendala hukum dan kendala teknis penyidikannya," jelasnya.